Akademik

Penguatan Budaya Mutu melalui PPEPP: LPM UIN KHAS Jember Rapat Persiapan AMI, ISO Surveillance I, Benchmarking, dan RTM

Bagikan:
Penguatan Budaya Mutu melalui PPEPP: LPM UIN KHAS Jember Rapat Persiapan AMI, ISO Surveillance I, Benchmarking, dan RTM

Jember, 20 Agustus 2026 — Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember melaksanakan rapat koordinasi dalam rangka mematangkan sejumlah agenda strategis penjaminan mutu pada Kamis, 20 Agustus 2026, bertempat di Ruang Rapat LPM UIN KHAS Jember. Rapat membahas empat agenda utama, yakni pelaksanaan Audit Mutu Internal (AMI), persiapan ISO Surveillance I, kegiatan benchmarking, serta pelaksanaan Rapat Tinjauan Manajemen (RTM).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya LPM untuk memastikan pelaksanaan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) berjalan secara terencana, sistematis, terdokumentasi, serta menghasilkan tindak lanjut yang mendukung peningkatan mutu institusi secara berkelanjutan.

Pembahasan pertama difokuskan pada pelaksanaan Audit Mutu Internal (AMI) Tahun 2026. AMI menjadi instrumen penting dalam mengevaluasi kesesuaian pelaksanaan kegiatan akademik dan nonakademik dengan standar mutu yang telah ditetapkan. Melalui AMI, institusi dapat mengidentifikasi ketercapaian standar, menemukan praktik baik, mencatat ketidaksesuaian, serta menetapkan peluang peningkatan yang perlu ditindaklanjuti oleh unit terkait.

Selain AMI, rapat juga membahas secara khusus persiapan ISO Surveillance I. LPM menekankan pentingnya kesiapan dokumen, konsistensi implementasi prosedur, bukti pelaksanaan kegiatan, pengendalian dokumen, pengelolaan risiko, evaluasi sasaran mutu, serta tindak lanjut atas hasil audit sebelumnya. Persiapan tersebut diperlukan untuk memastikan bahwa sistem manajemen mutu tidak hanya terdokumentasi, tetapi benar-benar diterapkan secara konsisten dalam pelaksanaan layanan.

Agenda berikutnya adalah benchmarking, yang dirancang sebagai bagian dari strategi peningkatan mutu melalui pembelajaran dari praktik baik perguruan tinggi atau lembaga lain. Kegiatan benchmarking diharapkan dapat memberikan referensi baru dalam penguatan tata kelola, sistem penjaminan mutu, pengembangan layanan, inovasi kelembagaan, serta peningkatan efektivitas pelaksanaan SPMI di UIN KHAS Jember.

Rapat juga membahas persiapan Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) sebagai salah satu tahapan penting dalam siklus penjaminan mutu. RTM akan digunakan untuk membahas hasil AMI, capaian indikator mutu, hasil evaluasi layanan, temuan dan rekomendasi, efektivitas tindakan koreksi, kebutuhan sumber daya, serta berbagai peluang peningkatan yang perlu mendapatkan keputusan dan tindak lanjut pimpinan.

Keempat agenda tersebut memiliki keterkaitan yang erat dalam membangun mekanisme peningkatan mutu berkelanjutan. AMI menghasilkan temuan dan rekomendasi, ISO Surveillance memastikan konsistensi penerapan sistem manajemen mutu, benchmarking memberikan referensi praktik baik, sedangkan RTM menjadi forum strategis untuk menetapkan keputusan dan tindak lanjut peningkatan mutu.

Melalui koordinasi ini, LPM UIN KHAS Jember berupaya memastikan setiap agenda tidak berjalan secara parsial, tetapi menjadi bagian dari satu sistem penjaminan mutu yang terintegrasi sesuai siklus PPEPP: Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan.

LPM berharap sinergi seluruh unit kerja dan pimpinan dapat memperkuat budaya mutu di lingkungan UIN KHAS Jember. Hasil dari AMI, ISO Surveillance I, benchmarking, dan RTM diharapkan tidak berhenti pada pemenuhan administrasi, tetapi mampu menghasilkan perbaikan nyata, peningkatan efektivitas tata kelola, serta penguatan kualitas layanan akademik dan nonakademik secara berkelanjutan

Sebelumnya Selanjutnya