Prof. Khusna Amal: PKDP 2026 Langkah Nyata UIN KHAS Jember Mengawal Mutu Pendidikan Tinggi
Jember – Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad
Siddiq (UIN KHAS) Jember melalui Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) kembali
menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi melalui
penyelenggaraan Program Peningkatan Kompetensi Dosen Pemula (PKDP) Tahun
2026. Program ini menjadi langkah strategis dalam menyiapkan dosen pemula
yang profesional, kompeten, dan mampu menjawab tantangan pendidikan tinggi di
era transformasi digital.
PKDP merupakan program pengembangan kompetensi
yang dirancang untuk membekali dosen pemula dengan berbagai kemampuan dasar
yang dibutuhkan dalam menjalankan tugas akademiknya, mulai dari kompetensi
pedagogik, profesional, sosial, hingga kepribadian. Melalui program ini, para
peserta tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis, tetapi juga pengalaman
praktis dalam merancang pembelajaran, mengelola kelas, melakukan asesmen, serta
mengembangkan budaya akademik yang berkualitas.
Ketua Lembaga Penjaminan Mutu UIN KHAS Jember
menyampaikan bahwa PKDP merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam
membangun sistem penjaminan mutu internal yang berorientasi pada peningkatan
kualitas sumber daya manusia. Menurutnya, kualitas dosen menjadi salah satu
faktor utama yang menentukan mutu lulusan dan daya saing perguruan tinggi.
“PKDP bukan sekadar program pelatihan, tetapi
merupakan investasi jangka panjang dalam pembangunan mutu pendidikan tinggi.
Melalui program ini, kami ingin memastikan bahwa dosen pemula memiliki
kompetensi yang memadai untuk melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi secara
profesional dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Pada tahun 2026, UIN KHAS Jember dipercaya
sebagai penyelenggara PKDP bagi perguruan tinggi di wilayah Tapal Kuda.
Kepercayaan tersebut menunjukkan pengakuan terhadap kapasitas institusi dalam
mengelola program pengembangan dosen yang berkualitas. Kegiatan ini diikuti
oleh peserta dari berbagai perguruan tinggi swasta yang tersebar di wilayah
Jember, Bondowoso, Situbondo, Banyuwangi, Lumajang, dan Probolinggo.
Selama pelaksanaan PKDP, peserta akan
memperoleh berbagai materi strategis yang relevan dengan perkembangan
pendidikan tinggi saat ini. Materi tersebut meliputi Outcome-Based Education
(OBE), penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS), moderasi beragama, etika
akademik, pengembangan media dan video pembelajaran, metode pembelajaran
berpusat pada mahasiswa (student-centered learning), hingga penyusunan artikel
ilmiah untuk publikasi akademik.
Selain mengikuti pembelajaran di kelas,
peserta juga diwajibkan melaksanakan praktik mengajar, menyusun perangkat
pembelajaran, membuat video pembelajaran, dan menyusun artikel ilmiah sebagai
bagian dari tugas pengembangan kompetensi. Melalui pendekatan tersebut, PKDP
diharapkan mampu menghasilkan dosen yang tidak hanya memahami konsep
pembelajaran, tetapi juga mampu mengimplementasikannya secara efektif di
lingkungan perguruan tinggi.
Wakil Rektor Bidang Akademik UIN KHAS Jember
dalam sambutannya menegaskan bahwa peningkatan kompetensi dosen merupakan
bagian penting dalam mewujudkan pendidikan tinggi yang bermutu. Menurutnya,
dosen merupakan ujung tombak proses pembelajaran yang berperan langsung dalam
membentuk karakter, kompetensi, dan daya saing mahasiswa.
“Perguruan tinggi yang unggul lahir dari dosen
yang berkualitas. Karena itu, penguatan kapasitas dosen pemula melalui PKDP
menjadi langkah strategis dalam memastikan mutu pembelajaran, penelitian, dan
pengabdian kepada masyarakat terus meningkat,” tegasnya.
Lebih lanjut, penyelenggaraan PKDP juga
sejalan dengan semangat transformasi pendidikan tinggi yang menekankan
pentingnya pembelajaran inovatif, adaptif, dan berorientasi pada capaian
pembelajaran lulusan. Dengan bekal kompetensi yang diperoleh selama program
berlangsung, para dosen pemula diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang
berkontribusi dalam pengembangan institusi dan peningkatan mutu pendidikan
nasional.
Melalui penyelenggaraan PKDP 2026, UIN KHAS Jember kembali menegaskan perannya sebagai institusi yang tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga berkomitmen membangun budaya mutu yang berkelanjutan. Program ini menjadi bukti nyata bahwa peningkatan kualitas dosen merupakan fondasi utama dalam mewujudkan pendidikan tinggi yang unggul, berdaya saing, dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas