Hadirkan Ketua PILJAMU Nasional, LPM UIN KHAS Jember Matangkan Implementasi SPMI di Tingkat Fakultas
Lumajang, 20 Juni 2026 – Dalam rangka memperkuat implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) di lingkungan perguruan tinggi, Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Kiai Haji Achmad Sidiq (KHAS) Jember menyelenggarakan kegiatan Review Peningkatan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) pada tanggal 19–20 Juni 2026 di Aston Hotel Lumajang. Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk mematangkan implementasi SPMI di tingkat fakultas sekaligus menyesuaikan kebijakan mutu dengan perkembangan regulasi nasional.
Kegiatan yang dipimpin oleh Wakil Rektor I, Prof. M. Khusna Amal, tersebut dihadiri oleh pimpinan universitas, para dekan dan wakil dekan, Direktur Pascasarjana, Ketua dan Sekretaris Senat, serta jajaran Lembaga Penjaminan Mutu UIN KHAS Jember.
Sebagai upaya memperkaya perspektif dan memperkuat implementasi penjaminan mutu, LPM UIN KHAS Jember menghadirkan Prof. Budiyono sebagai narasumber utama. Kehadiran Ketua Forum Penjaminan Mutu Nasional (PILJAMU) tersebut memberikan wawasan strategis terkait pengembangan sistem penjaminan mutu perguruan tinggi yang adaptif, berkelanjutan, dan selaras dengan kebijakan terbaru pemerintah.
Dalam paparannya, Prof. Budiyono menekankan bahwa implementasi SPMI harus menjadi bagian dari budaya organisasi, bukan sekadar pemenuhan dokumen administrasi. Menurutnya, setiap perguruan tinggi perlu memastikan bahwa siklus Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan (PPEPP) berjalan secara konsisten untuk menghasilkan perbaikan mutu yang berkelanjutan.
“Mutu harus menjadi budaya kerja yang melekat pada seluruh sivitas akademika. SPMI yang kuat akan menjadi fondasi bagi peningkatan kualitas akademik, tata kelola, serta daya saing perguruan tinggi,” ujarnya di hadapan peserta kegiatan.

Sementara itu, Ketua LPM UIN KHAS Jember, Dr. H. Mursalim, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen institusi dalam memperkuat sistem penjaminan mutu hingga ke level fakultas. Menurutnya, fakultas memiliki peran strategis sebagai pelaksana utama proses akademik sehingga membutuhkan pedoman mutu yang lebih spesifik dan operasional.
“Kami ingin memastikan bahwa kebijakan mutu universitas dapat diterjemahkan secara efektif di tingkat fakultas. Oleh karena itu, kegiatan ini difokuskan pada penyusunan dan penyempurnaan SPMI fakultas agar implementasi mutu dapat berjalan lebih sistematis dan terukur,” jelasnya.
Selama dua hari pelaksanaan, peserta melakukan pembahasan mendalam mengenai standar mutu fakultas, indikator kinerja, mekanisme evaluasi, audit mutu internal, serta strategi peningkatan mutu berkelanjutan. Forum diskusi berlangsung aktif dengan menghasilkan berbagai rekomendasi untuk penguatan tata kelola mutu di lingkungan fakultas.

Salah satu hasil penting dari kegiatan ini adalah tersusunnya dokumen Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) tingkat fakultas yang akan menjadi pedoman bagi masing-masing fakultas dalam menjalankan proses penjaminan mutu. Dokumen tersebut diharapkan mampu memperkuat implementasi standar mutu, meningkatkan efektivitas pengelolaan akademik, dan mendukung pencapaian visi UIN KHAS Jember sebagai perguruan tinggi yang unggul dan berdaya saing.
Melalui kegiatan ini, UIN KHAS Jember kembali menegaskan komitmennya untuk membangun budaya mutu yang kuat dan berkelanjutan. Kehadiran Ketua Forum Penjaminan Mutu Nasional menjadi momentum penting bagi universitas dalam memperkuat sinergi antara kebijakan mutu nasional dan implementasinya di tingkat fakultas, sehingga proses peningkatan kualitas pendidikan dapat berlangsung secara terarah, terukur, dan berkesinambungan.